Jakarta, Sentralmedia.id – Pakar Hukum Internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ia berharap Presiden RI, Jenderal (Purn.) Haji Prabowo Subianto, segera menginstruksikan para menteri, gubernur, bupati, wali kota, serta jajaran TNI dan Polri untuk memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat seandainya dampak perang meluas ke Indonesia.
“Pemerintah hendaknya senantiasa berjaga-bagas dengan memperkuat persenjataan dan melengkapi alat pengamanan negara di seluruh lini-baik darat, laut, maupun udara. Bersiap diri dari segala kemungkinan tidak akan pernah sia-sia,” ujar Profesor Sutan Nasomal saat memberikan keterangan kepada para pemimpin redaksi media nasional dan internasional melalui sambungan telepon dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Sutan, edukasi penanggulangan dampak perang untuk keluarga Indonesia merupakan hal krusial yang tidak boleh diremehkan. Tanpa persiapan matang, krisis kemanusiaan akan sulit dihindari. Ia mencontohkan bagaimana ratusan anak-anak dan lansia di wilayah konflik kerap menjadi korban paling rentan akibat kelaparan, penyakit, dan hilangnya tempat berlindung.
Oleh karena itu, edukasi mengenai situasi konflik harus diberikan secara masif kepada masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga pemuda. Masyarakat di wilayah perkotaan maupun pedesaan harus dilatih untuk menghadapi risiko bahaya yang tidak terduga.
Dalam konteks ini, Sutan menilai TNI, termasuk satuan seperti Kopassus, merupakan pakar yang tepat untuk memimpin edukasi ini demi meminimalkan risiko korban jiwa.
Beberapa langkah taktis yang perlu diajarkan meliputi pembentukan tim kelompok lokal untuk melindungi warga rentan, mitigasi lokasi perlindungan yang aman dari pengawasan luar, manajemen perbekalan logistik yang siap dipindahkan, hingga kemampuan dasar gerilya seperti membaca peta atau kompas demi menghindari zona pertempuran.
Sutan mengingatkan bahwa dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 30% anak-anak berusia di bawah 15 tahun dan 25% lansia di atas 58 tahun. Di era modern, pertempuran selalu menggunakan teknologi canggih dan wilayah pemukiman penduduk sering kali ikut menjadi sasaran.
Oleh karena itu, edukasi yang matang dari pemerintah bersama TNI ini sifatnya sangat mendesak. Dengan kesadaran dan kecakapan yang terasah, sebagian dari masyarakat, terutama generasi muda, diharapkan dapat membantu proses penyelamatan sekaligus mendukung TNI dalam mengamankan seluruh wilayah Indonesia.
Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.





